Jumat, 21 November 2008

Objective PR & Interest Stakeholders

PENETAPAN OBJECTIVE DAN MENGELOLA STAKEHOLDER
DALAM
PUBLIC RELATIONS
Resume
I. PENETAPAN OBJECTIVE
Objective PR dapat di definisikan sebagai suatu pernyataan tertulis dan jelas tentang hal-hal yang mesti di capai pada bagian PR selama kurun waktu tertentu, dengan menggunakan kurun waktu tertentu , dan konsisten dengan objective perusahaan secara
menyeluruh(Overall Company Objectives ).
Public relations (PR) memerlukan struktur yang fleksibel,organic, responsive, dan kreatif. Namun, struktur yang organic dan kreatif dapat berakibat buruk bila seseorang tidak mempunyai pegangan dan arah yang jelas. Banyak Praktisi PR yang terlalu asik dengan diri sendiri sehingga kehilangan disiplin dan morolitas kerja.
Untuk memantapkan kerja seseorang praktisi PR dalam iklim yang organic,dibutuhkan adanya objective,Objective adalah titik spesifik yang hendak dituju,dulu praktisi PR di Indonaesia sering menghadapi masalah karena titik yang hendak dicapai perusahaan secara menyeluruh tidak begitu jelas.
Dengan berkembangnya konsep-konsep manajemen, belakangan ini perusahaan modern telah mampu menetapkan secara spesifik kemana perusahaanya akan dibawa, titik ini disebut corporate goals,dua macam corporate goals, yakni:
· Official Goals(mission)Yaitu maksud perusahaan didirikanMission disebut official goals karena isinya terlampau umum dan sangat idealis.
· Operative GoalsMerupakan penjabaran yang lebih realistis atas operasi perusahaan. Biasanya bersifat jangka pendek
Hubungan antara Mission & ObjectiveDalam merumuskan objective,seorang praktisi PR berpegang pada operative goals terutama yang menyangkut overall performance.
Syarat sebuah objective
Untuk memperolah pegangan yang memadai, objective PR hendaknya memenuhi syarat-syarat berikut :
1. Harus dinyatakan secara tertulis
2. Harus dinyatakan secara jelas dan singkat
3. Harus spesifik pada batasan tertentu
4. Harus mencakup batasan waktu yang spesifik
5. Objectifve harus dapat dinyatakan dalam ukuran yang terukur
6. Objective PR harus konsisten dengan objective perusahaan secara menyeluruh
7. Objective harus dapat dijangkau, tetapi tetap memberi tempat yang menantang untuk merangsang usaha.
Dasar penentuan Objective : Riset
Bagaimanapun juga, untuk dapat menentukan objective pada bagiannya, orang –orang PR perlu bersandar pada data riset.sesuai dengan aturan atau syarat yang ditetapkan , objektvef harus dapat dinyatakan secara spesifik.Dalam perumusan objective, penting bagi orang-orang PR untuk
mem_PR_kan gagasannya kepada tokoh kunci di dalam perusahaan. Hal yang paling penting adalah memperoleh dukungan dari pimpinan puncak dan bila perlu pemegang saham.
Dibeberapa kegiatan PR sangat mulia dan berkaitan erat dengan masalah strategi, dikatakan bahwa PR mempunyai misi yang mulia karena PR dapat dipakai untuk utjuan komersil dan nonkomersil.melihat perananny ayang mulia dan unik tidak jarang PR memerlukan bobot etika yang tingkatannya sangat tinggi, yakni: rapat pemegang saham.

Objective PR dan PemasaranLima model yang menghubungkan PR dan Marketing,yaitu

1.Terpisah tapi fungsinya samaModel ini mendekati model tradisional dalam pemasaran dan PR,dimana masing-masing berdiri pada sudut yang berbeda karena ilmunya berbeda.

2.Sama fungsinya tetapi tumpang tindihBidang yang paling sering tumpang tindih adalah peluncuran produk yang melibatkan publisitas pers.

3.Pemasaran sebagai fungsi yang lebih dominanPandangan ini berdasarkan pemikiran bahwa Corporate Public Relation merupakan bagian dari Corporate Marketing.

4.Public Relasion sebagai fungsi yang lebih dominanYakini dan percaya bahwa PR-lah yang harus mengendalikan pemasaran.

5.Pemasaran dan PR mempunyai fungsi yang sama keduanya mengenal istilah segmentasi pasar, perilaku konsumen, persepsi, sikap, dan citra.

II. MENGELOLA STAKEHOLDER

Stakeholder MapStakeholder adalah setiap kelompok yang berada di dalam maupun di luar perusahaan yang mempunyai peran dalam keberhasilan perusahaan.

Stakeholders


Stakeholders adalah setiap kelompok yang berada di dalam maupun di luar perusahaan yang mempunyai peran dalam menentukan keberhasilan perusahaan.Tugas PR dalam hal ini adalah membina hubungan baik dengan pihak-pihak tersebut melalui suatu proses komunikasi.

Stakeholders bisa berarti pula setiap orang yang mempertaruhkan hidupnya pada perusahaan. Secara umum, stakeholders dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yakni stake holders internal dan stakeholders
eksternal. Sering timbul kesalahpahaman pada masyarakat awam bahwa ruang lingkup pekerjaan PR terbatas pada stakeholders eksternal.
Anggapan ini tidak benar, karena PR bertugas membina hubungan yang serasi dan saling percaya, baik dengan pihak-pihak di luar perusahaan, maupun didalam perusahaan.Interest dan kepentingan masing-masing stakeholders.

Stakeholders internal

unsur-unsur pemegang stakeholders internal adalah pemegang saham, Manajer dan top executives, karyawan,dan keluarga karyawan.Dalam manajemen modern, keberhasilan
perusahaan untuk memperoleh kepuasan stakeholders dapat dijadikan indicator keberhasilan perusahaan.
Dikebanyakan perusahaan, kedudukan PR dewasa ini dirangkap oleh seorang corporate secretary. hal ini tidak lain karena kedekatan posisi seorang corporate secretary dengan pimpinan puncak.


Stakeholders eksternal

Stakeholders eksternal adalah unsur-unsur yang berada di luar kendali perusahaan (uncontrollable)Beberapa unsur pada stakeholders eksternal yang dianggap penting adalah Konsumen,bank,pemerintah, pesaing dan komunitas.Usur-unsur dalam lingkungan eksternal cenderung lebih
kompleks dan lebih sukar dikendalikan perusahaan. Semakin kompleks unsure tersebut semakin besar kemungkinan perusahaan menciptakan departemen baru. maka lahir beberapa istilah-istilah Government PR, Community Relations,IndustrialRelations, Financial relations, Press relations dan sebagainya.mereka adalah orang-orang yang specialis dibidang PR yang membatasi diri pada stakeholders tertentu.

PRODUCT PROFILE
















Nokia 6210 Navigator
February 19, 2008 in berita, nokia
Nokia 6210 Navigator diharapkan dapat mewarisi kesuksesan yang diraih Nokia 6110 Navigator. Ponsel ini merupakan ponsel pertama yang memiliki A-GPS onboard yang terintegrasi dengan kompas yang dapat digunakan sebagai panduan pejalan kaki.

Nokia 6210 Navigator hadir dengan Nokia Maps 2.0 dan termasuk didalamnya panduan suara dan visual tanpa diperlukan biaya tambahan. Dikombinasikan dengan accelerometer, mendeteksi arah dan orientasi. Kompas yang sudah built-in didalamnya ini mempermudah pengguna pejalan kaki untuk mengikuti arah yang ada didalam peta. Ketika ponsel ini dihidupkan, peta secara otomatis menentukan arah orientasinya. Diintegrasikan dengan aplikasi Nokia Maps 2.0 dapat melakukan plot terhadap rute tujuan yang diinginkan dan mengilustrasikannya dalam peta.GPS pada ponsel ini adalah fitur utama, namun Nokia 6210 juga dilengkapi dengan sekumpulan fitur yang mumpuni, diantaranya : layar TFT QVGA 2.4″ dengan kedalaman 16 juta warna, mendukung jarigan quad-band GSM/GPRS/EDGE dengan dual-band HSDPA. Ponsel ini berjalan diatas platform S60 ebdisi ketiga, dengan media penyimpanan sebesar 120 MB dan dapat ditambah melalui kartu microSD.
Navigator ini memiliki sebuah kamera 3.2 megapiksel dengan LED flash. Kamera ini juga mampu merekam video pada MPEG4 SP VGA (640 x 480) pada 15 fps. Video dapat diputar ulang pada MPEG4 SP VGA hingga 30 fps (25 fps untuk dilihat).
Fitur-fitur tambahan yang ada pada ponsel ini dalah FM radio stereo, visual radio. Juga dilengkapi dengan Bluetooth v2.0 dengan A2DP dan mendukung AVRCP, dilengkapi dengan konektor AV 2.5mm dan slot microUSB. Sumber tenaga dari ponsel ini dihasilkan dari baterai Li-Ion BF-5L dengan kapasitas 950 mAh.
Nokia 610 Navigator ini diperkirakan akan dikapalkan sekitar Q3 tahun 2008 dengan perkiraan harga retail 300 EUR sebelum pajak.

NOKIA 6110 NAVIGATOR
Ponsel yang dilengkapi dengan fungsi Global Positioning System (GPS) tentu tak banyak. Nokia sebagai produsen ponsel terdepan menghadirkan ponsel dengan kemampuan navigasi berdasarkan peta digital yang terintegrasi di dalamnya. Di tengah kepadatan dan kesibukan jalan raya di ibukota, tak usah cemas bila saat itu Anda ditemani oleh Nokia 6110 Navigator. Karena selain disertai dengan GPS, Nokia 6110 Navigator juga dilengkapi dengan Assisted Global Posisitioning System (AGPS). Dengan fasilitas ini, Anda bisa dengan cepat melihat lokasi yang hendak Anda tuju saat itu melalui peta digital yang ada di ponsel.Anda juga bisa menetukan arah dan jalan yang cepat serta tidak macet. Dengan adanya AGPS, Nokia 6110 Navogator akan memberikan saran dan panduan rute terbaik dengan mengikuti lokasi yang mudah dijangkau oleh mobil atau jalan kaki. Hal ini dimungkinkan karena di dalamnya terdapat instruksi yang jelas lewat panduan suara dan tanda panah di atas peta yang bergerak seirama dengan penentuan lokasi yang hendak dituju. Rute-rute dan lokasi spesifik , seperti hotel, restoran, bioskop, rumah sakit, super market kantor polisi telah tersedia panduan jalan maupun sute.Inilah salah satu kelebihan yang dimiliki oleh Nokia 6110 Navigator. Peta yang menjadi dasar navigasi terdapat pada kartu memori yang siap diganti dan diperbarui kapan saja. Bila menginginkan peta tambahan seperti informasi cuaca, lalu-lintas dan lainnya bisa ditambahkan secara online. Peta tambahan ini dapat ditransfer dengan mudah ke dalam ponsel dengan menggunakan aplikasi Nokia Map Manager yang sudah disertakan di dalamnya. Selain itu, Nokia 6110 juga dilengkapi software navigasi secara satelit.Meski dikenal sebagai ponsel navigator, Nokia 6110 tetap menyertakan fitur lain yang menjadi ciri pokok dan trend ponsel masa kini. Selain berfungsi utama sebagai media komunikasi, nokia 6110 juga dilengkapi dengan fasilitas kamera, radio, televisi, serta pemutar lagu MP3 maupun MP4. Nokia 6110 juga sudah mendukung teknologi 3G. Karena itu akses internet cepat bisa dilakukan karena adanya teknologi High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) dengan kecepatan transfer data hingga 3,6 Mbps.Fungsi multimedia 3G yang diusung Nokia 6110 memungkinkan penggunaan video real time maupun video call. Video clip dapat dinikmati dengan tampilan full screen. Sedangkan kemera dengan resolusi 2 megapiksel dan 4 kali digital zoom yang memungkinkan pengambilan dengan hasil bagus dan terang. Kamera dapat diseting menjadi menjadi mode panorama yang terintegrasi dengan lampu flash. Nokia 6110 memiliki model slider sehingga cukup mungil saat tidak difungsikan. Display layar memiliki lebar 2,2‿ QVGA dengan resolusi 320×240 piksel yang sanggup menghasilkan gambar 16 juta warna. Berat 125 gram dengan ukuran medium-large slider 101×49x20mm. tersedia slot memori eksternal MicroSd yang bisa support hingga kapasitas 2GB. Untuk koneksi nirkabel tersedia Bluetooth namun tidak tersedia infrared.UG84

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL ALIAS BERITA IKLAN
Menjelang Pemilu 2009 telah membuat suasana perpolitikan di tanah air baik Nasional bahkan Lokal semakin menghangat.Sebagai Rakyat, tentunya kita harus pandai2 memilih dan memilah informasi yg kita terima… agar kita tidak terjebak dengan propaganda yang ada.
Suatu contoh adalah Advertorial.Advertorial adalah Berita Iklan, jadi kita harus dapat membedakan mana yang berita dan mana yang Iklan sehingga kita tidak terjebak kepada penafsiran yang salah akan suatu berita.Berikut ini adalah contoh Advetorial yang di permasalahkan oleh pihak lain:
Presiden Serang Balik Wiranto
Kamis, 22-05-2008 01:23:34JAKARTA, TRIBUN - Peta perpolitikan nasional semakin memanas. Memanfaatkan momentum rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan diputuskan pemerintah pada awal Juni mendatang, perang urat syaraf pun kian terbuka.
Mirisnya, perang urat syaraf justru dilakoni dua dedengkot purnawirawan TNI, yakni antara Jenderal (Purn) Wiranto dan Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kini menjabat sebagai Presiden RI.
Pertikaian bermula dari munculnya advertorial alias berita iklan Wiranto di sejumlah media cetak nasional. Dalam iklannya,Wiranto yang mengenakan kaus berkerah warna biru tua bercampur warna hitam, terlihat berada di antara para nelayan Kampung Baru, Muara Angke, Jakarta.
Kehadiran Wiranto itu sekadar merayakan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Namun dalam perayaan itu, Wiranto melontarkan pernyataan yang cukup memanaskan telinga Presiden SBY. Dalam iklannya, Wiranto berharap agar Presiden SBY memenuhi janjinya untuk tidak menaikkan harga BBM seperti yang pernah diucapkannya beberapa kali kepada publik.
“Sampai sekarang saya masih berharap SBY tidak ingkar janji. Dan saya akan terus mengingatkan dia agar memenuhi janjinya,” kata Wiranto di sela kunjungan ke komunitas nelayan miskin di Kampung Baru, Muara Angke, Jakarta, Selasa (20/5) kemarin.
Tak hanya itu, Wiranto juga mengingatkan bahwa janji yang tidak ditepati bukan saja dilarang agama, tapi juga mengakibatkan hilangnya kepercayaan rakyat kepada pemimpinnya.”Dan jika ini yang terjadi, pemerintahan di bawah kepemimpinan SBY dipastikan tak akan berjalan efektif,” ungkapnya.
Tak menunggu lama setelah iklan itu beredar di media cetak, Presiden SBY mendadak menggelar jumpa pers usai menerima kunjungan kenegaraan Presiden Hongaria, Laszlo Solyom di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/5).
“Unjukrasa yang bertemakan pangan dan energi saya kira juga mengetahui duduk persoalan sesungguhnya. Apalagi bagi elit, bagi ekonom, bagi politisi yang juga saya tahu ikut melakukan protes-protes sosial, aksi-aksi politik yang berwujud pada gerakan jalanan ini, saya berharap kita ini bisa menjadi bagian solusi,” kata SBY yang saat itu diapit Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Menlu Hassan Wirajuda, Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng, dan Dino Patti Djalal.
Menurut SBY, melakukan protes-protes di Tanah Air pada dasarnya wajar dilakukan. Karena demonstrasi yang menumpahkan protes-protes dari massa aksi merupakan keniscayaan demokrasi.
“Saya tahu ini tahun politik dan tahun depan adalah tahun pemilu. Tapi mesti ada kontrol hati nurani, kontrol pikiran kita semua,”ujarnya.
Langkah itu, lanjut mantan Menko Polhukam era kepemimpinan Megawati itu, akan memberikan manfaat yang besar bagi rakyat di Indonesia. “Marilah kita bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa. Marilah kita sama-sama ketika negara mengalami masalah sebagaimana negara yang lain. Jangan menimbulkan masalah baru yang melebihi batas kepatutan sehingga semua yang kita lakukan bermanfaat bagi rakyat. Jangan ditambah lagi penderitaan rakyat karena diantara kita keluar dari apa yang sesungguhnya kita lakukan secara bersama,” urainya. SBY menambahkan, permasalahan yang diletakkan pada pondasi yang benar, dan tepat akan terbebas dari belenggu kepentingan kekuasaan pribadi.
“Kita mendudukan masalah pada letaknya yang benar. Bagi yang berunjukrasa, apabila temanya tepat, dengan idealisme yang tinggi, bebas dari kepentingan kekuasaan pribadi sebagaimana yang disuarakan mahasiswa, sangat saya dengar. Itu menjadi bagian dari upaya kita untuk membenahi apa yang ada di negeri ini untuk melanjutkan reformasi mencapai tujuan yang diharapkan,” ujar SBY.
Tendensius dan menyesatkanMenteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa menilai berita iklan yang dilayangkan Wiranto menyesatkan pemikiran masyarakat Indonesia. “Itu sangat tendensius dan bisa menyesatkan. Seakan-akan presiden berjanji tidak menaikkan BBM. Padahal tidak ada presiden mengatakan saya berjanji tidak akan menaikkan BBM,” tukas Hatta.
Mantan Menhub Kabinet SBY-JK ini mengatakan, berita iklan tersebut mesti diluruskan karena untuk ke depannya, posisi SBY akan semakin terjepit atas hal tersebut.
“Kalau tidak dijelaskan, gampang ditebak. Iklan itu akan berlanjut, seakan-akan kalau seandainya BBM dinaikkan, iklannya itu berubah SBY tidak menepati janji. Ini menyesatkan, karena tidak pernah presiden mengeluarkan statement seperti itu. Presiden selalu berjanji akan melaksanakan perbaikan ekonomi nasional,” pungkasnya.
Hatta yang didampingi Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mendesak semua pihak untuk melakukan etika politik di hadapan masyarakat. “Marilah kita berpolitik dengan beretika, supaya semua teduh, enak. Semua itu bisa didiskusikan secara baik. Itu lebih enak dan santun,”ujarnya.
Meski mendapat posisi yang terjepit, Hatta mengaku tidak akan menggunakan jalur hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Tidak perlu. Yang penting beretika santun dalam berpolitik ini,” terangnya.
Hal senada dikemukakan Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng. Kepada wartawan, Andi menjelaskan, Presiden Yudhoyono tidak pernah berjanji tak akan menaikkan kembali BBM paska kenaikan BBM pada 2005 lalu. “Presiden tidak pernah janjikan itu. Waktu ada yang tanya kapan
BBM akan dinaikkan, presiden memberikan penjelasan belum dipertimbangkan. Dan kita cek record-record kita tidak ada,” sergahnya.
Andi mengatakan, Presiden SBY hanya menyatakan kenaikkan harga BBM itu adalah opsi terakhir kebijakan pemerintah menyikapi lonjakan kenaikkan harga pangan dan energi dunia.
“Konteksnya adalah presiden katakan itu opsi terakhir. Bahwa kita belum mmpertimbangkan untuk menaikkan harga. Waktu itu presiden pernah mengatakan selama harga minyak masih di bawah 100 dollar AS kita masih bisa tahan dengan pengurangan anggaran 10 persen di lembaga, efisiensi pertamina dan PLN,” tegasnya.(persda network/ade)

BIDANG HUMAS DAN POSISI HUMAS PERUSAHAAN

Ada apa dengan” Public Relations”?

KSH - Masih banyak instansi , perusahaan atau hospital di Indonesia yang belum memahami manfaat lembaga Public Relations (PR) atau yang lazim disebut Humas. Karena itu mereka masih menyamakan dengan bagian Marketing atau bahkan yang lebih parah sekedar penyelenggara konfrensi pers, ini memang sangat memprihatinkan. Di luar negeri lembaga Public Relations tidak hanya diperlukan bagian instansi pemerintahan atau perusahaan swasta. Bahkan sudah merambah ke perorangan, seperti politikus, atau selebriti. Lembaga PR identik dengan upaya pembentukan sebuah citra. Dengan demikian sangat diperlukan keberadaanya. Seorang Public Relations (PR) merupakan ujung tombak sebuah perusahaan, instansi pemerintahan atau hospital. Dia bisa diibaratkan sebagai sebuah senjata untuk membawa misi perusahaan kepada publik, masyarakat, dan terutama adalah klien. Karena itu tak bisa dipungkiri jika peran ini memang memerlukan sejumlah kesempurnaan. Selain harus cerdas dalam intelektual, seorang PR juga mau tak mau harus berpenampilan menarik. Karena dia adalah pembawa nama , wakil dari sebuah perusahaan, instansi pemerintahan atau hospital. Dengan perkembangan waktu dan tuntutan zaman sekarang ini banyak kendala perusahaan, instansi pemerintahan, hospital yang menjadi sorotan publik.Apalagi jika sedang berbeda pendapat dengan publik, agaknya sebuah perusahaan,instansi pemerintahan, hospital akan membutuhkan figur yang mampu menghadapi situasi, menenangkan massa dan mengambil keputusan. Jika seorang perempuan kebetulan menempati posisi sebagai Publik Relations atau humas seharusnya berusaha untuk tampil dengan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kepribadian yang kuat. Menarik secara fisik, memanglah penting tapi itu bukan yang utama. Yang lebih penting adalah mengembangkan potensi diri, memperkuat kepribadian, mengasah kecerdasan diri.Sehingga kita lebih tahu apa dan bagaimana keinginan pasien /publik pada perusahaan atau hospital kita. Marilah menghargai profesi seseorang bukan oleh penampilan fisik tetapi juga kecerdasan, pemikiran, dan kepribadian. Anda setuju???

POSISI HUMAS 2


Bisa Langsung Praktek
KAMI bertiga sangat kaget saat diberikan kesempatan untuk mengisi Dunia Kampus. Apalagi dengan waktu yang singkat. Namun setelah mendapat pengarahan awak-awak Lampung Post, kami mulai mengerti dari mana harus mulai menulis.
Kami berharap kepada teman-teman mahasiswa untuk berlomba-lomba guna mengisi Dunia Kampus di Lampung Post. Hal ini kami rasa sangat baik karena selain kita mendapat pembelajaran baru tentang dunia jurnalistik, secara langsung mendapat ilmu yang tidak hanya teori, tetapi langsung praktek. Ini baik bagi seluruh mahasiswa terutama bagi Fisipol jurusan komunikasi.
Kami berharap dengan adanya kami tampil di Lampung Post ini dapat memacu teman-teman lain selalu siap mengisi Dunia Kampus. Terutama temah-teman yang nun jauh di daerah. Mungkin dengan tampilnya teman-teman selain mempromosikan universitas tempatnya kuliah, juga banyak hal yang teman-teman dapatkan.
Menurut kami, dunia jurnalistik adalah dunia yang unik dan asyik. Di sana kita banyak belajar hal baik cara menulis, mewancarai seseorang, menyusun berita, dan tentunya banyak menghadapi orang dan selain itu dapat menambah kawan.
Dengan makin majunya dunia cetak sekarang mahasiswa sebagai intelektual sedikit banyak harus mengikuti perkembangan tersebut. Jika kami boleh menguraikan bahwa perkembangan dunia teknologi sekarang ini memang luar biasa. Teknologi tidak hanya fokus kepada mesin-mesin, tetapi juga merambah pada teknologi informasi, salah satunya adalah munculnya berbagai media informasi, baik itu media cetak maupun media elektronik.
Nah, tidak mengherankan jika remaja kini banyak yang ingin terjun langsung di dalamnya. Kondisi ini tentunya sangat berbeda dengan lima belas tahun yang lalu, di mana keberadaan media terutama media elektronik seperti televisi, masih belum banyak diperhitungkan. Mungkin karena dahulu media masih sangat jarang, tetapi coba lihat sekarang ini di mana media cetak dan elektronik terutama seperti televisi sudah banyak bermunculan.
Tidak hanya perkembangan media saja yang menarik perhatian remaja kini, dunia public relations atau lebih dikenal dengan humas (hubungan masyarakat) juga banyak digandrungi para remaja sekarang. Posisi seorang humas yang memiliki peran penting dalam sebuah perusahaan, menjadi alasan bagi remaja sekarang untuk mengetahui lebih jauh mengenai dunia humas.
Dalam dunia komunikasi, posisi jurnalistik dan humas memang tidak bisa dipisahkan. Kedua bidang ini memiliki keterkaitan yang saling melengkapi. Secara langsung antara kegiatan Jurnalistik dan humas itu ibarat dua mata sisi mata uang, tidak bisa dipisahkan. S-2

Rabu, 19 November 2008

OPINI PUBLIK 2

BABAK BARU SKANDAL KORUPSI BI
Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada akhirnya dijatuhkan untuk Burhanuddin Abdulah. Lima tahun penjara dan denda Rp250 juta.
Angka itu sangat jauh dari ancaman maksimal yang diatur undang-undang.Hakim mengatakan, Burhanuddin terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU 31/1999 jo Pasal 55 ke-1 KUHP. Kita tahu,ancaman maksimal pasal ini adalah seumur hidup atau 20 tahun.Dari kacamata integrated criminal justice system, putusan ini tentu tidak dapat dipisahkan dari tuntutan jaksa yang juga rendah, kurang dari setengah ancaman maksimal (8 tahun). Perdebatan rendah, ketidakpuasan atau sebaliknya atas sebuah tuntutan,dan putusan memang masih terjadi sampai saat ini.Jaksa penuntut umum (JPU) dengan subjektivitasnya punya kewenangan menuntut tinggi atau rendah, demikian juga hakim.Akan tetapi, masyarakat sangat ingin setiap koruptor divonis maksimal.Agar ada sebuah deterrence effect atau efek jera, baik bagi pelaku atau pun masyarakat luas.Harapannya, koruptor akan berpikir ulang untuk melakukan korupsi.Apalagi, mereka yang menduduki puncak jabatan publik. Memerhatikan tren putusan dan tuntutan di Pengadilan Tipikor, agaknya nanti perlu dibuat sebuah standardisasi bagi JPU agar menuntut maksimal.Perlu juga mungkin digagas penyusunan semacam surat edaran untuk kalangan hakim di Pengadilan Tipikor agar mempertimbangkan untuk memutus maksimal.Tentu juga tetap memperhatikan asas independensi dan imparsialitas hakim. Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat, rata-rata vonis di Pengadilan Tipikor sampai pertengahan 2008 adalah 4,4 tahun.Tidak terlalu memuaskan sebenarnya, meskipun masih dapat dikategorikan berprestasi dibanding peradilan umum yang hanya 20 bulan. Namun, dalam konteks afirmasi dan keseriusan kita menempatkan korupsi sebagai musuh bersama, angka tersebut tentu masih sangat rendah.Tesis ini bukan tak beralasan. Selain sangat rendah secara kasatmata, vonis di bawah 10 tahun dinilai tidak akan signifikan memberi tekanan dan efek jera bagi koruptor. Karena sebenarnya, setelah selesai dari fase pengadilan, pemberantasan korupsi dihadapkan pada satu yurisdiksi ”mafia baru”, yaitu Rumah Tahanan atau Lembaga Permasyarakatan. Fasilitas khusus terhadap koruptor bukan kabar baru.Ruangan yang lega,AC, izin keluar—baik legal atau ilegal—hingga kesempatan untuk berkomunikasi dengan telepon seluler (ponsel) menjadi rahasia umum.Pasalnya sederhana,koruptor punya akses besar pada petinggi lembaga pemasyarakatan karena uang. Selain itu, fasilitas legal, seperti remisi yang menjadi langganan di setiap momen khusus akan mengurangi secara signifikan efek penghukuman untuk koruptor.Tidak jarang, narapidana hanya menjalani sekitar setengah masa vonis yang dijatuhkan kepadanya. Sebagai ”pedagang”, koruptor akan berhitung, potensi kentungan dan risiko yang akan dihadapi jika melakukan korupsi.Poin inilah yang menjadi salah satu latar belakang belum efektifnya pemberantasan korupsi di Indonesia.Pelaku lain Apakah Burhanuddin sendirian? Tentu tidak. Divonisnya mantan Gubernur BI ini akan menegaskan fakta hukum, bahwa norma ”penyertaan dalam pidana” seperti diatur pada Pasal 55 ke-1 KUHP terbukti benar.Dengan begitu,semua pihak yang melakukan, ikut melakukan, dan menyuruh melakukan harus bertanggung jawab.Ada sejumlah nama yang harus ditindaklanjuti statusnya menjadi tersangka,minimal orang-orang yang menandatangani penyediaan dan penyaluran Rp100 miliar dari Bank Indonesia. Dari fakta persidangan dan empat dokumen surat rapat Dewan Gubernur, maka Syahril Sabirin, Anwar Nasution,Miranda Goeltom, Maulana Ibrahim,Bunbunan Hutapea,Maman Sumantri, Oey Hoey Tiong, Aslim Tadjudin,Roswita Roza, Rusli Simanjuntak, dan Purwantari Budiman harus diproses oleh KPK.Sebagian di antaranya memang sudah menjadi tersangka. Seperti diketahui, beberapa saat setelah vonis Burhanuddin,KPK langsung menetapkan empat mantan Dewan Gubernur lain sebagai tersangka (Aulia Pohan,Aslim Tadjudin,Maman Sumantri, dan Bunbunan Hutapea). Publik tentu harus mengapresiasi tindakan ini.Tapi,cukupkah? Sulit mengatakan cukup. Berangkat dari asas equality before the law dan kepastian hukum, akan timbul pertanyaan pada KPK. Bagaimana dengan Dewan Gubernur lain yang juga menandatangani skandal Rp100 miliar tersebut? Bagaimana pula dengan 52 anggota Komisi IX DPR periode 1999–2004 yang menerima gratifikasi haram itu? Termasuk di situ dua menteri aktif di kabinet SBY-JK.Sebuah Pesan Tapi apakah sebuah rapat mendadak yang dilakukan Presiden bersama Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dan staf khusus pada hari itu berhubungan dengan perumusan sikap pemerintah pascaputusan skandal BI? Mungkin ya, mungkin juga tidak.Apa pun itu,mau tidak mau ketegasan Presiden sangat dibutuhkan.Perihal ditetapkannya Aulia Pohan sebagai tersangka, SBY harus konsisten dengan ucapannya dan komitmen antikorupsi. Kita tidak persis paham, apakah momen ini justru akan digunakan untuk kampanye tentang program pemberantasan korupsi kabinetnya. Lalu perihal dua menteri aktif, SBY sebaiknya tidak menunggu penetapan sebagai tersangka untuk memberhentikan dua pembantunya tersebut.Fakta persidangan sudah membenarkan bahwa aliran uang benar terjadi. Dengan demikian, demi pembersihan kabinet di ujung pemerintahan,Presiden tidak boleh memelihara kekuatan koruptif dalam jajarannya. Pertaruhan ini harusnya dijawab dengan ketegasan.Dua tindakan, baik dari sisi KPK untuk memproses tanpa tebang pilih maupun dari sisi Presiden untuk segera memberhentikan dua menteri yang diindikasikan kuat terlibat, sangat dibutuhkan demi membuka babak baru skandal di bank sentral ini.(*)FEBRI DIANSYAH Peneliti Hukum dan Anggota Badan Pekerja ICW

# unsur belief 1. Febri Diansyah adalah seorang peneliti hukum dan juga anggota badan pekerja ICW 2. sumber media indonesia 30 october 2008

# unsur atitude Harapannya, koruptor akan berpikir ulang untuk melakukan korupsi.Apalagi, mereka yang menduduki puncak jabatan publik. Memerhatikan tren putusan dan tuntutan di Pengadilan Tipikor, agaknya nanti perlu dibuat sebuah standardisasi bagi JPU agar menuntut maksimal.
# unsur perceptionTesis ini bukan tak beralasan. Selain sangat rendah secara kasatmata, vonis di bawah 10 tahun dinilai tidak akan signifikan memberi tekanan dan efek jera bagi koruptor. Karena sebenarnya, setelah selesai dari fase pengadilan, pemberantasan korupsi dihadapkan pada satu yurisdiksi ”mafia baru”, yaitu Rumah Tahanan atau Lembaga Permasyarakatan. Fasilitas khusus terhadap koruptor bukan kabar baru.

Kamis, 06 November 2008

OPINI PUBLIK 1

"Sindrom Adi" di Simpang Jalan

Siapa yang menyangka Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) membawa konsekuensi yang sangat prinsipil bagi eksistensi AS. Hal itu menentukan konstelasi dunia pada dekade mendatang. Fakta di Pilpres AS menunjukkan, peristiwa itu bukan hanya peristiwa politik domestik, pergantian kekuasaan, dan perebutan Republik vs Demokrat.
Itu juga bukan hanya persaingan John McCain dengan Barack Obama. Itu bukan pula sekadar "perang bawah tanah" kulit hitam vs kulit putih. Pun bukan cuma poolingtainment, debatainment atau telecampaign. Terlepas dari apakah McCain atau Obama yang menang, konsekuensi prinsipil dari Pilpres AS sudah disemai Presiden George W Bush ketika membawa AS "berlebihan adi" (daya), "over super" (power).
Dalam "perang suci" menyerang Afghanistan, Irak, mengecap axis of evil untuk Korea Utara, Iran, dan sebagainya, pasukan koalisi memosisikan AS sebagai adikomandan dalam perang dan antiterorisme. Semua reaksi Bush dan pembisik ekstrem kanan yang konon membawa suara Tuhan justru menyeret AS sehingga dicemooh. Dunia bertanya, di mana wisdom negeri semaju AS, kok hantam kromo? Bahkan, komunitas Kristen Khaldean di Irak Utara juga dibom.
"Perang suci" kepada siapa tentara AS itu? Dunia dan AS terperangah ketika peristiwa 9 September meluluhlantakkan Menara Kembar Pusat Bisnis AS dan Pentagon. AS seperti kecolongan oleh mereka yang nekat menentangnya. Mestinya AS mengoreksi diri bahwa tak ada serangan teror tanpa serangan AS lebih dulu terutama konflik di negeri-negeri Arab.
Namun, peristiwa itu sudah lewat dan tak mungkin ditarik mundur. Ada kekecewaan dunia tentang negeri "adi" seperti AS. Meski sangat buruk reputasi AS di bawah Bush, ada blessing in disguise, yakni peluang membawa AS berubah. Berkat "jasa" Bush menjerumuskan AS, maka AS justru sampai pada era baru.
Petualangan model koboi telah menarik AS ke situasi berdarah-darah dalam pengeluaran untuk operasi militer. Veteran perang dan keluarganya mengalami trauma yang berdampak pada kesehatan mental rakyat AS.
Beruntung, Obama mengambil posisi berseberangan dengan Bush sehingga menjadi pilihan baru rakyat AS. Apakah AS tetap ngotot menjadi negeri adidaya sebagai satu-satunya "polisi dunia" yang berhak menginvasi siapa saja yang mengancam AS?
McCain berkata, ia bukan Bush. Tapi, benang merah pandangannya dalam debat kampanyenya lebih memilih AS sebagai adidaya satu-satunya dan melanjutkan perang suci serta "mengimani" bahwa AS masih super di jajaran bangsa-bangsa dunia. Konsekuensi dengan menangnya McCain ialah peran AS tetap dominan dalam semua lini: PBB, hubungan antarnegara, lembaga-lembaga keuangan internasional, megakorporasi global yang mencengkeram hingga pelosok negeri miskin.
AS yang kulit putih, religius kanan Protestan, dan tanpa butuh dialog dengan dunia tapi menentukan dunia ini mau ke mana? Itulah konsekuensi jika McCain menang. Tapi, apakah hal itu realistis? Dana perang makin berat, ekonomi porak poranda, dan citra hancur. Tapi, siapa tahu McCain juga berubah.
Obama lebih beruntung dibanding McCain. Dengan mengambil posisi berseberangan dengan Bush, situasi AS yang memburuk justru menjadi peluang sebagai titik pejal, titik hentak, titik lompatan perubahan AS, dan peluang Obama untuk memberikan jalan baru.
Jika McCain tetap berjalan dengan keyakinannya mempertahankan AS sebagai adidaya satu-satunya, yang terbesar dan terhebat, Obama memilih jalan evaluasi tanpa merendahkan bangsanya sendiri.
Jika Obama menang, ia tak meneruskan perang dan mencari akar terorisme. Ia mengkaji ulang kapitalisme dan pasti memperbaiki citra AS yang babak belur. Meski Obama mungkin memperoleh tekanan untuk tidak menjadikan AS lembek, paling tidak Obama memilih jalan baru bagi AS.
Obama ingin mengeluarkan AS dari "sindrom adi", kulit putih, Protestan, dengan membagi sumber daya yang dimiliki AS menjadi multidaya. Ia sendiri dari kalangan hitam, black church, memiliki histori dengan Afrika, Asia, dan dekat dengan Katolik serta Islam. Obama membagi sumber daya AS menjadi jalan multidaya, menggunakan banyak kekuatan yang dipunyai AS tanpa harus adipongah.
AS yang maju dan kaya bersedia duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan bangsa lain. Kapitalisme dan liberalisme dicarikan otokritiknya sendiri. Jadi, tak mengherankan kalau Obama dituduh McCain sosialis.
Upaya "membagi-bagi" AS dalam banyak kekuatan bagai gayung bersambut dalam diri Obama jika ia terpilih. Warga AS berkulit hitam tidak lagi menjadi warga negara kelas dua dengan stereotip budak Afrika dan bisanya menjadi petinju kelas berat. AS mulai melepaskan adimonopoli kulit putihnya dan mulai membuka banyak sumber dayanya dengan masuknya presiden kulit hitam.
Hal ini makin membuktikan bahwa AS tampaknya dihadapkan pada dua pilihan: adidaya, kulit putih, Protestan, kapitalisme atau multidaya, kulit berwarna, multiagama, multiimigran, dan kapitalisme yang dievaluasi. Mengapa tidak?
AS di puncak piramida tinggal hari-hari ini dengan kemungkinan besar piramida itu runtuh. Atau, AS rela mengubah piramidanya menjadi "gugus bukit barisan" dengan mengikhlaskan munculnya puncak-puncak piramida lain yang secara tidak langsung fondasinya saling menopang. Dari segi ras, memberi peluang kulit hitam (berwarna) menjadi presiden. Dari segi politik luar negeri, memberi kompensasi atas korban perang dengan memilih hidup rukun. Dari segi ekonomi, mengerem nafsu kapitalisme, mengurangi gaya hidup konsumtif-boros.
"Sedikit sosialis" yang mengerem laju pertumbuhan agar negara terbelakang mencicipi kemajuan dan tidak abadi menjadi koloni untuk diisap. Pilihan memang sulit karena seperti kata Obama, change we can believe in menusuk jantung adidaya, kapitalisme, kulit putih, ekstrem kanan, perang suci. Bayangkan, itu dibalik oleh Obama dengan multidaya, sedikit sosialis. Kenapa tidak, daripada bangkrut. Kulit berwarna, lebih realistis daripada fanatisme buta, hidup rukun dan rakyat makmur bukan kaya untuk CEO megakorporasi saja.
Bagi Indonesia sebagai negara majemuk, jalan Obama lebih klop. Harapannya, ada banyak hubungan RI-AS dalam chemistry yang sama. Meski Obama juga tak bisa melenggang sendirian, ia tetap membaca konstelasi hubungan RI-AS dan reaksi Kongres dan tim pemerintahannya kelak. Jadi, RI tak bisa senang dulu meski Obama "anak Menteng".
Tapi, jika McCain yang menang dan tetap menjadi Bush III, Indonesia tetap akan dilihat sejauh mendukung kepentingan AS. Partai Republik terkenal lebih memanjakan RI dibanding Partai Demokrat, tetapi tentu bukan tanpa alasan.
Kapitalisme dan modus "pertumbuhanisme" AS butuh koloni dan Indonesia lahan yang gemuk. Demokrat lebih bawel terhadap pelanggaran HAM, tapi lebih fair. Jika McCain menang berharap ia veteran yang ksatria melihat realitas politik, militer, ekonomi dan citra AS objektif dan ikhlas mengikuti jalan Obama.
Obama bisa kalah, tapi idenya harus terus hidup, ini kalau AS mau berubah. McCain harus mengadopsi. Bukankah McCain Republikan yang lebih liberal dan 'kurang ekstrem' sehingga para pembisik suara Tuhan tidak mempan, dan lebih meyakini apa yang nyata dari situasi AS. Pilihan ada di tangan rakyat AS