Ada apa dengan” Public Relations”?
KSH - Masih banyak instansi , perusahaan atau hospital di Indonesia yang belum memahami manfaat lembaga Public Relations (PR) atau yang lazim disebut Humas. Karena itu mereka masih menyamakan dengan bagian Marketing atau bahkan yang lebih parah sekedar penyelenggara konfrensi pers, ini memang sangat memprihatinkan. Di luar negeri lembaga Public Relations tidak hanya diperlukan bagian instansi pemerintahan atau perusahaan swasta. Bahkan sudah merambah ke perorangan, seperti politikus, atau selebriti. Lembaga PR identik dengan upaya pembentukan sebuah citra. Dengan demikian sangat diperlukan keberadaanya. Seorang Public Relations (PR) merupakan ujung tombak sebuah perusahaan, instansi pemerintahan atau hospital. Dia bisa diibaratkan sebagai sebuah senjata untuk membawa misi perusahaan kepada publik, masyarakat, dan terutama adalah klien. Karena itu tak bisa dipungkiri jika peran ini memang memerlukan sejumlah kesempurnaan. Selain harus cerdas dalam intelektual, seorang PR juga mau tak mau harus berpenampilan menarik. Karena dia adalah pembawa nama , wakil dari sebuah perusahaan, instansi pemerintahan atau hospital. Dengan perkembangan waktu dan tuntutan zaman sekarang ini banyak kendala perusahaan, instansi pemerintahan, hospital yang menjadi sorotan publik.Apalagi jika sedang berbeda pendapat dengan publik, agaknya sebuah perusahaan,instansi pemerintahan, hospital akan membutuhkan figur yang mampu menghadapi situasi, menenangkan massa dan mengambil keputusan. Jika seorang perempuan kebetulan menempati posisi sebagai Publik Relations atau humas seharusnya berusaha untuk tampil dengan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kepribadian yang kuat. Menarik secara fisik, memanglah penting tapi itu bukan yang utama. Yang lebih penting adalah mengembangkan potensi diri, memperkuat kepribadian, mengasah kecerdasan diri.Sehingga kita lebih tahu apa dan bagaimana keinginan pasien /publik pada perusahaan atau hospital kita. Marilah menghargai profesi seseorang bukan oleh penampilan fisik tetapi juga kecerdasan, pemikiran, dan kepribadian. Anda setuju???

Tidak ada komentar:
Posting Komentar