Kamis, 30 Oktober 2008

Peranan - Tugas - Product Profile Perusahaan





















PRODUCT PROFILE COMPANYA


Sejarah Esia
Mengawali langkah Go National tahun ini, Esia & Wifone memilih Surabaya dan Malang sebagai kota pertama pengembangan jaringan dan layanan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) secara nasional. Setelah kedua kota ini segera menyusul dua kota di Jawa Tengah, yaitu Semarang dan Solo. Pengembangan jaringan dan layanan ini merupakan langkah korporasi dalam memenuhi target perusahaan untuk segera membangun layanan Esia & Wifone, dua produk andalannya di 17 kota di seluruh Indonesia pada tahun 2007 ini.
Pengembangan jaringan di Surabaya dan Malang didasarkan pada pertimbangan komersial dan tuntutan masyarakat. ”Selama ini kami mendapatkan banyak masukan dari masyarakat untuk segera menggelar layanan Esia dan Wifone secara nasional karena mereka tertarik dengan gebrakan tarif yang diperkenalkan kedua produk kami ini. Mereka ingin supaya layanan Esia dan Wifone tidak saja ada di Jakarta, Jawa Barat dan Banten tapi juga daerah-daerah lainnya di Indonesia”, kata Erik Meijer, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk dihadapan media pada saat peresmian kantor dan temu wartawan di Gerai Esia di Surabaya kemarin.
Selain itu dijelaskannya kajian internal Esia juga menunjukan bahwa Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia memiliki potensi pelanggan yang sangat menjanjikan. Jumlah penduduknya besar dengan roda perekonomian yang terus berputar menjadikan daerah tersebut menjadi pilihan utama kami dalam mengembangkan jaringan Esia & Wifone. Bagi Erik, kepercayaan lisensi nasional yang diberikan pemerintah dan harapan masyarakat merupakan modal awal yang memperkuat langkah Esia dan Wifone segera memperluas jangkauan layanannya.
Sebagai produk telepon tetap tanpa kabel, Esia & Wifone memiliki keunggulan dalam hal tariff percakapan telepon. Untuk percakapan telepon sesama pelanggan Esia di satu kode area, misalnya 031 untuk Surabaya, maka akan diberlakukan tarif Rp 50,- per menit. Bahkan jika percakapan tersebut berlangsung satu jam tanpa putus maka Esia akan memberikan discount sehingga tarifnya cukup Rp 1000,-.
Namun khusus untuk menyambut kehadiran Esia & Wifone di wilayah baru ini, maka percakapan telepon sesama pelanggan Esia di dalam kota yang sama akan dibebaskan. Harga perkenalan ini akan dimulai dari saat Pre Sales tanggal 23 Agustus 2007 sampai dengan 30 November 2007. “Jadi untuk semua nomor Esia dan Wifone di Surabaya bisa free calling ke nomor-nomor Esia dan Wifone Surabaya lainnya. Dengan demikian para pelanggan Esia & Wifone di kedua kota Jawa Timur ini dapat mencoba dan membuktikan kehandalan kualitas layanan Esia dan Wifone tanpa harus dibebani lagi oleh tagihan telepon”, ujar Erik Meijer.
Selain itu Esia juga akan menerapkan layanan GoGo dimana para pelanggan Esia di Surabaya dan Malang dapat menggunakan nomor teleponnya di kota-kota lain dimana layanan Esia tersedia. “Melalui pembukaan layanan Esia di daerah baru maka layanan GoGo ini akan semakin kaya dengan semakin luasnya jumlah daerah tujuan. Jadi pelanggan Esia yang sudah ada di wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten bisa juga mulai menggunakan layanan Esia di Surabaya dan Malang mulai kamis nanti,” tutur Erik
Kehadiran Esia dan Wifone di wilayah yang sangat kuat tingkat kompetisinya, tidak menjadikan operator yang mendapatkan lisensi nasionalnya pada akhir tahun lalu berkecil hati. Malah mereka semakin agresif dalam menciptakan produk-produk yang inovatif dan terbukti diterima oleh masyarakat.
Dijelaskan Erik lebih lanjut Esia adalah pemimpin pasar di wilayah dimana selama ini boleh beroperasi (JBJB) di bidang CDMA. Itu membuktikan bahwa layanan Esia lebih baik. Juga Esia punya layanan lebih lengkap dengan berbagai value added services dan inovasi-inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Misalnya di esia bisa beli Isi Ulang mulai Rp. 1000 (pertama termurah di Indonesia) dan ada TalkTime Rp. 1000 per jam. Juga kita punya Wifone, telpon rumah canggih dan langsung kriiing dengan tariff lebih irit dan 35 kehebatan lainnya, termasuk bisa internet. Dan sekarang malah ada promo “Beli telpon rumah, dapat rumah” dimana ada pengundian rumah mewah bagi pembeli dan pengguna Wifone.
Erik juga merasa yakin bahwa jaringan Esia bisa diandalkan dan berada pada tingkat yang bisa diterima. Namun pengembangan jaringan ini tentunya akan terus ditingkatkan sesuai dengan penambahan jumlah pelanggan dan kapasitas lalu lintas percakapan telepon.
Ditambahkan oleh Rakhmat Junaidi, Direktur Corporate Services, perusahaan akan menganggarkan Rp 2 Triliun sebagai belanja modal (capital expenditure) pembukaan jaringan Esia secara nasional di tahun 2007 ini. Sumber dana berasal dari pe nerbitan obligasi senilai Rp 650 Miliar. Perusahaan juga telah mendapatkan fasilitas pinjaman sindikasi dari Credit Suisse sebesar USD 145 juta dan fasilitas vendor financing sebesar USD 125 juta dari Huawei, salah satu vendor terkemuka dari Cina
Dengan target pembukaan jaringan di 17 kota dan anggaran sebesar Rp 2 Triliun, Rakhmat berharap Esia akan dapat menambah jumlah total pelanggannya menjadi 3,6 juta di tahun ini. “Pada semester pertama tahun 2007 lalu kami telah mendapatkan jumlah pelanggan sebesar 2,246 juta. Karena itu kami akan terus berupaya memenuhi target total jumlah pelanggan menjadi 3,6 juta pelanggan di tahun ini”, papar Rakhmat.
Sekilas Esia
Esia bergerak melayani masyarakat sejak tahun 1996 dengan produk “Ratelindo”. Sebagai Operator Fixed Wireless pertama di Indonesia, perseroan kemudian berubah nama menjadi Esia pada tahun 2003. Perubahan nama perseroan ini ditandai dengan peluncuran produk Esia yang menggunakan teknologi CDMA 2000 1x menggantikan teknologi lama E-TDMA (Extended Time Division Multiple Acess).
Berbagai produk inovasi diperkenalkan dan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Tahun 2003 Esia meluncurkan produk „Gilee Beneer“ dimana pelanggan Esia bisa bertelepon atau mengirimkan SMS dengan sesama pelanggan Esia secara gratis. Setelah itu ada produk „Hujan Duit“ dimana pelanggan Esia justru mendapatkan tambahan pulsa ketika mendapat telepon dari pelanggan operator selular lainnya. Ada juga Tarif Hemat SLI dimana percakapan telepon internasional ke 11 negara dipatok Rp.799,- per menit. Dan tak ketinggalan kampanye „TalkTime“ dimana percakapan telepon antar pelanggan Esia hanya sebesar Rp 50,- per menit atau bahkan didiscount menjadi Rp 1000,- per jam.
Kemampuan Esia tersebut ditunjang pula oleh pemilihan teknologi CDMA 1x. Teknologi CDMA 2000 1x dipandang memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi selular generasi sebelumnya. Pertama dari sisi teknis dimana kualitas suara yang dihasilkan jauh lebih jernih. Kualitas suara yang lebih jernih ini disebabkan karena kemampuan teknologi CDMA yang lebih tahan terhadap gangguan (noise).
Kelebihan selanjutnya adalah kemampuan teknologi CDMA untuk menjamin perpindahan signal dari satu pemancar ke pemancar lainnya. Kemampuan ini disebut sebagai “soft hands-off” yang memungkinkan pembicaraan tidak akan terputus kalau kita berpindah-pindah tempat.
Kemampuan teknologi ini dalam menyalurkan data juga lebih baik. Kemampuan maksimum ini adalah 144 Kbps dibanding dengan teknologi generasi sebelumnya maksimum 56 Kbps. Kemampuan tersebut akan memungkinkan pelanggan untuk memanfaatkan layanan multimedia yang lebih bervariasi, seperti akses internet dengan kecepatan yang tinggi.
Bagi mereka yang berminat ada dua pilihan produk Esia. yaitu produk telepon bergerak dengan menggunakan kartu RUIM, baik pra bayar (Esia pra bayar) maupun pasca bayar (Esia pasca bayar).
Selain itu sejak bulan September 2006, diperkenalkan produk layanan Wifone sebagai pelengkap layanan telepon tanpa kabel. Jika Esia diperuntukkan bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi dalam aktivitas kehidupan sehari-hari maka Wifone lebih cocok dipergunakan oleh mereka yang cenderung memiliki mobilitas terbatas seperti di kalangan perumahan atau perkantoran kecil.
Selanjutnya di bulan Maret 2007, dikeluarkan Wimode yang memungkinkan pelanggan menikmati layanan komunikasi data, termasuk didalamnya melakukan browsing internet. Dengan fasilitas ini pelanggan wimode dapat melakukan aktivitas komunikasi data sepanjang terdapat signal Esia
Bidang Kerja dan Posisi humas
seorang pr dalam perusahaan telkomunikasi seperti esia-bakrie ini harus melakukan Program rutin ICUG yang telah berlangsung sebanyak tiga kali ini dihadiri oleh lebih dari100 orang baik dari pengguna maupun pihak yang terkait dengan CDMA ini. Nah, tabloid kesayangan anda ini bertindak sebagai fasilitator forum kopi darat tersebut. Acara pertemuan ini di buat lebih santai.
posisi humas dalam perusahaan dibawah manager perusahaan.



Minggu, 05 Oktober 2008

advertorial

Berinvestasi Secara Benar


Mark Barton, seorang investor di Wall Street nekad menembak kepalanya sendiri, setelah sebelumnya menembak lawan “mainnya” berinvestasi saham dan kedua anaknya. Pasalnya, uang Barton benar-benar ludes dalam a day trading (perdagangan satu hari), bahkan masih meninggalkan hutang. Mengapa ini bisa terjadi.

Barton pertaruhkan seluruh penghasilannya untuk berinvestasi,termasuk menginvestasikan uang kehidupan sehari-hari. Disinilah kesalahan pertama yang sering dilakukan oleh para investor. Mereka tidak menggunakan uang yang khusus untuk berivestasi, melainkan biaya hidup.

Meskipun berinvestasi bisa menggunakan uang untuk biaya hidup, namun seringkali membuat keputusan investasi tidak rasional. Sebab terpengaruh oleh kondisi emosional investor yang masih memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan keuangan rutin seandainya gagal meraih keuntungan dalam berinvestasi? Untuk mengatasi masalah ini, lakukan investasi dengan benar, seperti pertanyaan-pertanyaan berikut.

Pilihan Investasi
Apabila anda sudah memiliki penghasilan yang memadai, kemudian tersisa kelebihan pendapatan setelah digunakan memenuhi kebutuhan hidup dan hal-hal yang besifat darurat, Anda dapat memulai investasi di bursa efek. Apa saja pilihan investasi yang bisa menambah atau meningkatkan pendapatan ?
- Tabungan
- Deposita berjangka atau sertifikat dposito.
- Menutup polis asuransi (terutama unit link/perpaduan investasi dan asuransi)
- Membeli valuta asing
- Mendirikan usaha baru
- Membeli emas atau perhiasan lainnya.
- Membeli rumah atau tanah (property).
- Membeli surat berharga di pasar uang.
- Membeli surat berharga di pasar modal, seperti obligasi, obligasi konversi, saham, dan lainnya.

Editorial

Martir Demokrasi

Mantan Perdana Menteri Pakistan, Benazir Bhutto, tewas ditembak pelaku bom bunuh diri, Kamis (27/12). Tokoh oposisi itu ditembak usai pidato kampanye pemilihan umum di Lapangan Liaqat Bagh, Rawalpindi, Pakistan. Selain Bhutto 20 orang lainnya tewas dan sedikitnya 60 orang luka-luka.

Kematian tragis Bhutto terjadi dua pekan menjelang pelaksanaan pemilihan umum yang ditunggu-tunggu rakyat Pakistan. Pembunuhan politik ini kian membuat krisis politik di Pakistan makin menganga. Selain konflik di tingkat elite politik, kasus ini juga akan memicu konflik di tingkat akar rumput. Sejumlah pendukung militan Bhutto bersumpah akan melakukan aksi balas dendam atas kematian pimpinan Partai Rakyat Pakistan itu. Ini artinya pemilihan umum yang sudah di depan mata, kini terancam gagal. Instabilitas pun mengancam Pakistan.

Ancaman demi ancaman di Pakistan bukan isapan jempol. Dalam kurun waktu tahun 2007 ini terjadi lebih dari 40 serangan bom bunuh diri. Jumlah korban tewas tercatat lebih dari 770 orang. Bhutto bukan tak tahu ancaman-ancaman serius itu. Saat tiba di Karachi, Pakistan, pada 18 Oktober 2007 lalu, setelah delapan tahun di pengasingan, Bhutto pun dalam kondisi terancam. Dua serangan bom bunuh diri menyambut kedatangannnya dari Abu Dhabi. Bhutto selamat dalam tragedi itu, tapi 139 warga terbunuh lewat aksi bom tersebut.

Putri mantan Perdana Menteri Zulfikar Ali Bhutto itu adalah perempuan pertama yang menjadi perdana menteri di negeri yang kini dipimpin Jenderal Pervez Musharraf itu. Bahkan ia dua kali menjadi perdana menteri pada 1988-1990 dan 1993-1996. Tak heran kalau Benazir Bhutto dijadikan sebagai simbol demokrasi di Pakistan. Simbol itu bukan tanpa alasan. Sarjana yang menguasai bidang ilmu politik, ekonomi, dan filsafat itu dikenal gigih memperjuangkan Pakistan sebagai negara demokrasi.

Memperjuangkan demokrasi memang bukan tanpa risiko. Untuk itu ia tak pernah merasa takut dengan berbagai ancaman yang menyelimutinya. Ia gigih menolak kepemimpinan Jenderal Musharraf yang meraih kekuasaan melalui kudeta. Ia juga menolak tawaran Musharraf untuk berbagi kekuasaan. Bhutto pun menentang keadaan darurat yang ditetapkan Presiden Musharraf. Bahkan Bhutto meminta Musharraf mundur dari kekuasaan.

Pemerintah Pakistan kemudian menetapkan Bhutto dalam tahanan rumah untuk mencegahnya memimpin aksi unjuk rasa. Larangan Musharraf agar Bhutto tidak menggelar kampanye di Rawalpindi, karena alasan keamanan pun diabaikannya. Kita mengutuk kematian tragis Bhutto. Apalagi pembunuhan itu dilakukan dalam rangkaian proses demokrasi mencari figur pemimpin nasional. Kepemimpinan nasional harus diraih dengan cara-cara damai, adil, dan demokratis. Demokrasi memperkenalkan perbedaan pendapat. Namun tidak memberikan tempat bagi ketidakadilan dan kekerasan.

Kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan baru yang justru bertentangan dengan semangat demokrasi itu sendiri. Kematian Bhutto menjadi pukulan berat bagi demokrasi. Namun ia menjadi martir bahwa semangat demokrasi tidak akan dapat dipatahkan dengan cara-cara biadab.

Editorial

Big Fish

Di tengah gencarnya pemberantasan korupsi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kok tak juga menimbulkan kesadaran dan rasa takut. Padahal, langkah-langkah KPK kali ini tak lagi memunculkan suara sumbang tebang pilih, seperti yang ditujukan pada KPK periode sebelumnya. Artinya, KPK saat ini demikian bersungguh-sungguh memberantas korupsi dan bukan sedang bermain politik.

Itulah. Selasa (16/9), KPK menangkap anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M Iqbal, dan Direktur Utama First Media, Billy Sindoro. Diduga telah terjadi aksi suap oleh Billy terhadap Iqbal dengan bukti uang Rp 500 juta. First Media adalah anak perusahaan Grup Lippo. Penangkapannya pun terjadi di Hotel Aryaduta, milik Lippo juga.

Sebelum ini, KPK juga menangkap jaksa Urip Tri Gunawan dan Artalyta Suryani. Artalyta atau biasa disapa Ayin menyuap Urip. Dari dua kasus ini KPK telah masuk ke perkara berkelas big fish, yang didengungkan KPK periode lalu namun direalisasikan KPK periode kini. Mengapa bisa disebut big fish? Jika dilihat dari nominalnya memang kecil, tapi jika dilihat dari sisi pelakunya bisa masuk kategori besar. Ayin ada kaitan dengan konglomerat Sjamsul Nursalim dan Billy jelas-jelas orang sangat penting di Lippo yang milik keluarga konglomerat Riady. Sebelumnya KPK juga telah menyeret mantan kapolri dan gubernur Bank Indonesia.

Kenyataan ini tentu sangat melegakan. Hukum tak hanya menyasar orang kecil, mantan pejabat, musuh politik, atau orang-orang yang lemah secara politik. Walau bagaimanapun salah satu penyebab kegagalan hukum manakala dewi keadilan bermata terbuka. Hukum harus berlaku sama pada siapa pun. Ia harus lurus, yang menebas siapa pun yang bersalah. Hukum tak boleh kalah oleh apa pun dan siapa pun.

Kita tentu berharap ke depannya KPK bisa menangkap big fish yang sebenar-benarnya. Misalnya, menteri yang sedang berkuasa, jenderal yang sedang berkuasa, konglomerat dan bukan ‘oragnya konglomerat’, dan seterusnya. Kita bukan hendak mencari-cari kesalahan orang, tapi rasanya negeri ini sudah terlalu kotor. Ini soal perasaan umum saja. Mudah-mudahan saja sinyalemen ini salah.

Dengan kinerja KPK periode saat ini yang sangat bagus, insya Allah tak akan ada perlawanan. Semua akan ikhlas karena KPK berjalan lurus dengan mata tertutup. Ada rasa percaya yang tumbuh dengan subur. Tentu saja hal itu bisa melambungkan harapan. Karena itu, di tengah terus naiknya ekspektasi, maka penangkapan terhadap big fish yang sebenar-benarnya merupakan harapan yang tak berlebihan. Harapan itu tak salah, karena rakyat masih melihat dengan mata telanjang dalam praktik politik dan praktik bisnis. Saat pilkada, proses legislasi, pencalegan, dan sebagainya politik uang demikian merajalela. Dalam bisnis, semuanya harus dengan pelicin dan barang selundupan melimpah. Bagaimana mengembalikan dan caranya? Tak ada lain kecuali mencuri.

Walau KPK berlaku lurus dan gencar, kita tetap menyaksikan korupsi masih menggurita. Ini karena keterbatasan KPK yang hanya ada di Jakarta dan hanya boleh menangani perkara dengan nominal tertentu. Karena itu, ia harus didukung aparat penegak hukum lainnya, yaitu jaksa, polisi, hakim, aparat Bea Cukai, dan aparat Pajak.
Ayo, berlomba-lomba menjaring big fish.

Press Release

Depbudpar dan Singapore Airlines Tanda Tangani MoU untuk Tingkatkan Kunjungan Wisman ke Indonesia



Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) bersama Singapore Airlines (SQ) melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama (Memorandum of Understanding/MoU) untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

Penandatanganan MoU yang dilakukan Dirjen Pemasaran Depbudpar, DR.Sapta Nirwandar dan Executive Vice President Marketing and The Regions Singapore Airlines, Huang Chen Eng disaksikan Menbudpar Jero Wacik dan Duta Besar Singapura untuk Indonesia Ashor Mirpuri di gedung Sapta Pesona Jakarta, Kamis (21/8) itu juga untuk mensukseskan program Visit Indonesia Year (VIY) 2008 yang mentargetkan 7 juta kunjungan wisman dengan perolehan devisa US$ 6,7 miliar.


Dalam MoU tersebut antara lain disebutkan bahwa Depbudpar dan Singapore Airlines masing-masing akan memberikan kontribusi sebesar US$ 250 ribu dalam kurun waktu tiga tahun ke depan sejak 1 Agustus 2008, untuk kegiatan promosi bersama di negara-negara pasar utama pariwisata Indonesia seperti Eropa, Asia Utara, Timur Tengah, India, Australia, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat.


Kegiatan bersama tersebut akan meliputi partisipasi agen perjalanan dan pariwisata Indonesia dalam pameran dagang pariwisata internasional, perjalanan untuk menambah wawasan dan mengenali suatu isu, kunjungan media dari negara pasar utama agar lebih mengenal Indonesia, misi dagang, promosi pelanggan, serta kegiatan khusus lainnya.


Kontribusi Singapore Airlines dalam MoU itu meliputi tiket perjalanan udara, diskon atas biaya kargo serta pembebasan biaya kelebihan berat bagasi. Sementara itu, Depbudpar akan melakukan penangangan di lapangan bagi para peserta kegiatan bersama yang telah disepakati (perdagangan dan consumer, media, agen perjalanan, dan penulis wisata) yang berhubungan dengan kunjungan media atau perjalanan penambah wawasan, di mana Depbudpar akan memberikan kontribusi dana untuk kegiatan iklan dan promosi bersama di pasar internasional.


MoU promosi pariwisata yang ditandatangani hari ini merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjang kami untuk bekerjasama dengan Depbudpar dalam mempromosikan pariwisata Indonesia, kata Huang Chen Eng. (*)


Press Release

Menbudpar Launching Indonesia Supervolcano Mountaineering Challenge 2008

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik melakukan peluncuran perdana kegiatan Indonesia Supervolcano Mountaineering Challenge (ISVMC) 2008 di Jakarta, Kamis (11/9). Kegiatan ISVMC yang akan digelar di kawasan Pegunungan Tambora dan Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 14-28 Oktober 2008 itu merupakan salah satu alternatif kegiatan ekowisata mountaineering bagi para pendaki gunung dari dalam dan luar negeri sekaligus untuk mensukseskan Visit Indonesia Year (VIY) 2008.

Menurut panitia penyelenggara, kegiatan Indonesia Supervolcano Mountaineering Challenge 2008 yang merupakan hasil kerjasama Depbudpar dengan Federasi Mountaineering Indonesia (FMI), Pemprov NTB, Pemkab Lombok Barat, Dompu dan Bima, ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembangkan ekowisata berbasis mountaineering serta dalam rangka promosi, sosialisasi, pembinaan sumber daya manusia (SDM) maupun pemberdayaan masyarakat di kawasan pegunungan. Event ini dimaksudkan pula untuk menjaring wisatawan nusantara dan mancanegara serta memperkenalkan alam dan budaya Indonesia.


Peserta perlombaan ISVMC 2008 akan terbagi dalam kelompok (tim) beranggotakan 3 orang (putra dan putri) di mana setiap tim harus memiliki standar ketrampilan mountaineering. Perlombaan terbagi dalam seri Tambora dan seri Rinjani yang masing-masing akan berlangsung selama 3 hari. Panitia lomba akan menerapkan unsur ketrampilan navigasi, tali temali, halang rintang, kecepatan, dan safety procedure di mana setiap unsur nantinya menjadi kreteria penilaian dalam menentukam juara satu, dua, dan tiga.


Peserta kegiatan ISVMC 2008 adalah kalangan pendaki gunung dari seluruh Indonesia, perhimpunan pencinta alam, maupun masyarakat yang memiliki minat khusus terhadap kegiatan mountaineering.


Panitia akan menyediakan hadiah berupa uang, trophy, dan piagam dari Menbudpar, gubenur, dan bupati. Trophy dari Menbudpar akan diberikan kepada juara 1 Seri Tambora dan juara 1 seri Rinjani, dan juara umum SVMC 2008.


Menbudpar Jero Wacik mengatakan, event ISVMC menjadi sarana dalam mendorong berkembangnya wisata minat khusus mountaineering yang dalam pelaksanaannya banyak melibatkan masyarakat setempat, sehingga kegiatan ini memberikan dampak dalam mensejahterakan masyarakat.