Kamis, 30 Oktober 2008

Peranan - Tugas - Product Profile Perusahaan





















PRODUCT PROFILE COMPANYA


Sejarah Esia
Mengawali langkah Go National tahun ini, Esia & Wifone memilih Surabaya dan Malang sebagai kota pertama pengembangan jaringan dan layanan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) secara nasional. Setelah kedua kota ini segera menyusul dua kota di Jawa Tengah, yaitu Semarang dan Solo. Pengembangan jaringan dan layanan ini merupakan langkah korporasi dalam memenuhi target perusahaan untuk segera membangun layanan Esia & Wifone, dua produk andalannya di 17 kota di seluruh Indonesia pada tahun 2007 ini.
Pengembangan jaringan di Surabaya dan Malang didasarkan pada pertimbangan komersial dan tuntutan masyarakat. ”Selama ini kami mendapatkan banyak masukan dari masyarakat untuk segera menggelar layanan Esia dan Wifone secara nasional karena mereka tertarik dengan gebrakan tarif yang diperkenalkan kedua produk kami ini. Mereka ingin supaya layanan Esia dan Wifone tidak saja ada di Jakarta, Jawa Barat dan Banten tapi juga daerah-daerah lainnya di Indonesia”, kata Erik Meijer, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk dihadapan media pada saat peresmian kantor dan temu wartawan di Gerai Esia di Surabaya kemarin.
Selain itu dijelaskannya kajian internal Esia juga menunjukan bahwa Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia memiliki potensi pelanggan yang sangat menjanjikan. Jumlah penduduknya besar dengan roda perekonomian yang terus berputar menjadikan daerah tersebut menjadi pilihan utama kami dalam mengembangkan jaringan Esia & Wifone. Bagi Erik, kepercayaan lisensi nasional yang diberikan pemerintah dan harapan masyarakat merupakan modal awal yang memperkuat langkah Esia dan Wifone segera memperluas jangkauan layanannya.
Sebagai produk telepon tetap tanpa kabel, Esia & Wifone memiliki keunggulan dalam hal tariff percakapan telepon. Untuk percakapan telepon sesama pelanggan Esia di satu kode area, misalnya 031 untuk Surabaya, maka akan diberlakukan tarif Rp 50,- per menit. Bahkan jika percakapan tersebut berlangsung satu jam tanpa putus maka Esia akan memberikan discount sehingga tarifnya cukup Rp 1000,-.
Namun khusus untuk menyambut kehadiran Esia & Wifone di wilayah baru ini, maka percakapan telepon sesama pelanggan Esia di dalam kota yang sama akan dibebaskan. Harga perkenalan ini akan dimulai dari saat Pre Sales tanggal 23 Agustus 2007 sampai dengan 30 November 2007. “Jadi untuk semua nomor Esia dan Wifone di Surabaya bisa free calling ke nomor-nomor Esia dan Wifone Surabaya lainnya. Dengan demikian para pelanggan Esia & Wifone di kedua kota Jawa Timur ini dapat mencoba dan membuktikan kehandalan kualitas layanan Esia dan Wifone tanpa harus dibebani lagi oleh tagihan telepon”, ujar Erik Meijer.
Selain itu Esia juga akan menerapkan layanan GoGo dimana para pelanggan Esia di Surabaya dan Malang dapat menggunakan nomor teleponnya di kota-kota lain dimana layanan Esia tersedia. “Melalui pembukaan layanan Esia di daerah baru maka layanan GoGo ini akan semakin kaya dengan semakin luasnya jumlah daerah tujuan. Jadi pelanggan Esia yang sudah ada di wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten bisa juga mulai menggunakan layanan Esia di Surabaya dan Malang mulai kamis nanti,” tutur Erik
Kehadiran Esia dan Wifone di wilayah yang sangat kuat tingkat kompetisinya, tidak menjadikan operator yang mendapatkan lisensi nasionalnya pada akhir tahun lalu berkecil hati. Malah mereka semakin agresif dalam menciptakan produk-produk yang inovatif dan terbukti diterima oleh masyarakat.
Dijelaskan Erik lebih lanjut Esia adalah pemimpin pasar di wilayah dimana selama ini boleh beroperasi (JBJB) di bidang CDMA. Itu membuktikan bahwa layanan Esia lebih baik. Juga Esia punya layanan lebih lengkap dengan berbagai value added services dan inovasi-inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Misalnya di esia bisa beli Isi Ulang mulai Rp. 1000 (pertama termurah di Indonesia) dan ada TalkTime Rp. 1000 per jam. Juga kita punya Wifone, telpon rumah canggih dan langsung kriiing dengan tariff lebih irit dan 35 kehebatan lainnya, termasuk bisa internet. Dan sekarang malah ada promo “Beli telpon rumah, dapat rumah” dimana ada pengundian rumah mewah bagi pembeli dan pengguna Wifone.
Erik juga merasa yakin bahwa jaringan Esia bisa diandalkan dan berada pada tingkat yang bisa diterima. Namun pengembangan jaringan ini tentunya akan terus ditingkatkan sesuai dengan penambahan jumlah pelanggan dan kapasitas lalu lintas percakapan telepon.
Ditambahkan oleh Rakhmat Junaidi, Direktur Corporate Services, perusahaan akan menganggarkan Rp 2 Triliun sebagai belanja modal (capital expenditure) pembukaan jaringan Esia secara nasional di tahun 2007 ini. Sumber dana berasal dari pe nerbitan obligasi senilai Rp 650 Miliar. Perusahaan juga telah mendapatkan fasilitas pinjaman sindikasi dari Credit Suisse sebesar USD 145 juta dan fasilitas vendor financing sebesar USD 125 juta dari Huawei, salah satu vendor terkemuka dari Cina
Dengan target pembukaan jaringan di 17 kota dan anggaran sebesar Rp 2 Triliun, Rakhmat berharap Esia akan dapat menambah jumlah total pelanggannya menjadi 3,6 juta di tahun ini. “Pada semester pertama tahun 2007 lalu kami telah mendapatkan jumlah pelanggan sebesar 2,246 juta. Karena itu kami akan terus berupaya memenuhi target total jumlah pelanggan menjadi 3,6 juta pelanggan di tahun ini”, papar Rakhmat.
Sekilas Esia
Esia bergerak melayani masyarakat sejak tahun 1996 dengan produk “Ratelindo”. Sebagai Operator Fixed Wireless pertama di Indonesia, perseroan kemudian berubah nama menjadi Esia pada tahun 2003. Perubahan nama perseroan ini ditandai dengan peluncuran produk Esia yang menggunakan teknologi CDMA 2000 1x menggantikan teknologi lama E-TDMA (Extended Time Division Multiple Acess).
Berbagai produk inovasi diperkenalkan dan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Tahun 2003 Esia meluncurkan produk „Gilee Beneer“ dimana pelanggan Esia bisa bertelepon atau mengirimkan SMS dengan sesama pelanggan Esia secara gratis. Setelah itu ada produk „Hujan Duit“ dimana pelanggan Esia justru mendapatkan tambahan pulsa ketika mendapat telepon dari pelanggan operator selular lainnya. Ada juga Tarif Hemat SLI dimana percakapan telepon internasional ke 11 negara dipatok Rp.799,- per menit. Dan tak ketinggalan kampanye „TalkTime“ dimana percakapan telepon antar pelanggan Esia hanya sebesar Rp 50,- per menit atau bahkan didiscount menjadi Rp 1000,- per jam.
Kemampuan Esia tersebut ditunjang pula oleh pemilihan teknologi CDMA 1x. Teknologi CDMA 2000 1x dipandang memiliki beberapa keunggulan dibanding teknologi selular generasi sebelumnya. Pertama dari sisi teknis dimana kualitas suara yang dihasilkan jauh lebih jernih. Kualitas suara yang lebih jernih ini disebabkan karena kemampuan teknologi CDMA yang lebih tahan terhadap gangguan (noise).
Kelebihan selanjutnya adalah kemampuan teknologi CDMA untuk menjamin perpindahan signal dari satu pemancar ke pemancar lainnya. Kemampuan ini disebut sebagai “soft hands-off” yang memungkinkan pembicaraan tidak akan terputus kalau kita berpindah-pindah tempat.
Kemampuan teknologi ini dalam menyalurkan data juga lebih baik. Kemampuan maksimum ini adalah 144 Kbps dibanding dengan teknologi generasi sebelumnya maksimum 56 Kbps. Kemampuan tersebut akan memungkinkan pelanggan untuk memanfaatkan layanan multimedia yang lebih bervariasi, seperti akses internet dengan kecepatan yang tinggi.
Bagi mereka yang berminat ada dua pilihan produk Esia. yaitu produk telepon bergerak dengan menggunakan kartu RUIM, baik pra bayar (Esia pra bayar) maupun pasca bayar (Esia pasca bayar).
Selain itu sejak bulan September 2006, diperkenalkan produk layanan Wifone sebagai pelengkap layanan telepon tanpa kabel. Jika Esia diperuntukkan bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi dalam aktivitas kehidupan sehari-hari maka Wifone lebih cocok dipergunakan oleh mereka yang cenderung memiliki mobilitas terbatas seperti di kalangan perumahan atau perkantoran kecil.
Selanjutnya di bulan Maret 2007, dikeluarkan Wimode yang memungkinkan pelanggan menikmati layanan komunikasi data, termasuk didalamnya melakukan browsing internet. Dengan fasilitas ini pelanggan wimode dapat melakukan aktivitas komunikasi data sepanjang terdapat signal Esia
Bidang Kerja dan Posisi humas
seorang pr dalam perusahaan telkomunikasi seperti esia-bakrie ini harus melakukan Program rutin ICUG yang telah berlangsung sebanyak tiga kali ini dihadiri oleh lebih dari100 orang baik dari pengguna maupun pihak yang terkait dengan CDMA ini. Nah, tabloid kesayangan anda ini bertindak sebagai fasilitator forum kopi darat tersebut. Acara pertemuan ini di buat lebih santai.
posisi humas dalam perusahaan dibawah manager perusahaan.



Tidak ada komentar: